LOGO
Metta Media Metta News Gizi Untuk Anak Dari Ikatan Istri Dokter Indonesia

Gizi Untuk Anak Dari Ikatan Istri Dokter Indonesia

Wednesday, 05 August 2020 - 16:27


SOLO, METTA NEWS – Ikatan Istri Dokter Indonesia Cabang Solo (IIDI) kembali mengadakan kegiatan sosial pembagian telur dan bahan makanan bergizi untuk anak Indonesia yang cerdas, sehat dan kuat. Pada kesempatan tersebut juga diadakan pelatihan mengolah telur menjadi sajian menarik. 


Ketua Ikatan Istri Dokter Indonesia, Sri Mulyaningsih Prasetyadi S.Ikom memaparkan, program pembagian asupan tambahan dari IIDI ini adalah program mingguan yang digelar di 5 kecamatan di Surakarta. 


“Minggu lalu Kecamatan Pasar Kliwon, minggu ini di Kecamatan Banjarsari, selanjutnya Kecamatan Laweyan, Serengan dan Jebres. Target dari program ini adalah kami mengharapkan anak-anak balita terbebas dari stunting dan gizi buruk karena dampak pandemi”, tutur Sri Mulyaningsih. 


Sasaran tempat yang dituju oleh IIDI adalah daerah urban, perkampungan padat penduduk dengan tingkat perekonomian warga menengah ke bawah. 


Setiap pembagian ada sekitar 100 paket telur dan biscuit yang dibagikan. Selain pembagian telur dan biscuit, IDDI juga membagikan teknik mengolah telur dadar menjadi sajian yang menarik dan bervariasi. 


“Ada anak-anak susah makan sayur, kami sharing ilmu, teknik membuat dadar telur gulung isi sayuran dengan tampilan yang menarik untuk anak-anak sehingga anak dapat asupan protein, mineral dan meningkatkan antibody mereka”, terang Sri Mulyaningsih. 


Selain program pembagian telur dan biscuit, IIDI setiap minggu juga membagikan nasi sebanyak 250 box dengan sasaran kaum marginal, buruh, ojek online dan masyarakat yang membutuhkan. 


“Kami sengaja memilih hari Rabu untuk pembagian karena kalau hari Jumat sudah banyak yang membagikan selain itu hari Rabu juga menjadi hari pertemuan rutin untuk IIDI”, jelasnya. 


Sri Mulyaningsih menambahkan sejak awal pandemi di kota Solo, IIDI langsung bergerak dalam aksi sosial. Seperti membagi APD ke 5 rumah sakit di Solo, membagi paket sembako ke kecamatan-kecamatan, ke panti-panti, ojek online, kaum duafa. 


“Kemarin dulu ada sekitar 450 paket sembako, kami juga membagikan bingkisan pada tenaga kesehatan yang terpapar. Tahap awal dulu 50 bingkisan dan tahap kedua kemarin untuk 75 nakes yang di rawat di RSUD Dr. Moewardi dan RSUD Bung Karno, kami juga membagikan masker dan face shield ke pedagang di pasar-pasar tradisional. Kegiatan sosial kami konsen dan fokus pada kesehatan masyarakat”, tandas Sri Mulyaningsih. 


Sri Mulyaningsih mengatakan, semua pihak bisa melihat kondisi yang tengah terjadi saat ini termasuk IIDI. IIDI menanggapi kondisi ini dengan aksi nyata pada masyarakat yang terdampak terutama pada segi perekonomian. 


“Banyak karyawan yang kena PHK, mencari nafkah menjadi terhambat, kami berusaha membantu mereka agar anak-anak mereka tetap sehat, tidak kekurangan gizi. Kalau biasanya ada posyandu dan anak bisa dapat tambahan gizi dari posyandu tapi dalam kondisi ini tidak boleh ada aktivitas posyandu jadi kami kirim ke posyandu-posyandu seperti susu, telur, buah biar dibagikan langsung ke anak dan balita oleh kader atau pengurus posyandu”, tutup Sri Mulyaningsing ramah.

Share:
IMG