LOGO
Metta Media Metta News AKSI BELA RASA ALUMNI SMAGA: Bergerak atas nama kemanusiaan untuk Soloraya

AKSI BELA RASA ALUMNI SMAGA: Bergerak atas nama kemanusiaan untuk Soloraya

Tuesday, 07 April 2020 - 14:47



SOLO, METTA NEWS - Berawal dari obrolan whatsapp grup perwakilan lintas angkatan cukup ramai bahasan mengenai pandemik Covid-19 maka tepat satu minggu setelah ditetapkannya KLB oleh pemerintah kota Surakarta, pada tanggal 21 Maret 2020 para alumni lintas angkatan SMAN 3 Surakarta secara spontan bergerak atas dasar kemanusiaan. Komunitas ini merasa perlu untuk melakukan sesuatu yang nyata menyusul adanya informasi kesulitan logistik dari beberapa dokter dan tenaga kesehatan yang kebetulan merupakan alumni SMAN 3 Surakarta. Posko pun mulai didirikan di sebuah coffee shop tepatnya di Kamayangan Kopi Jl. Abdul Rahman Saleh, Kestalan Banjarsari, milik salah satu alumni angkatan 1999, Vicky Komalasari yang rela tempat usahanya dipakai sementara sebagai gudang logistik sekaligus penyaluran bantuan. 


Menurut Koordinator Posko Muchsin Assagaf angkatan 2000 “AKSI BELA RASA - ALUMNI SMAGA” muncul dari ketulusan para alumni membela rasa kemanusiaan, untuk bahu-membahu meringankan mereka yang terdampak dan para tenakes, garda depan melawan pandemik global COVID-19 yang telah memasuki kota Solo, kampung halaman para alumni.


“Awalnya Aksi Bela Rasa Alumni SMAGA ini bergerak menyalurkan bantuan ke tenaga medis, tapi kami melihat ternyata banyak masyarakat juga yang terdampak. Seperti pedagang kecil di pasar, driver ojek online, supeltas, sopir becak, petugas parkir dan buruh gendong”, terang Muchsin.


Mengikuti arahan Pemerintah mengenai social distancing, system pembagian tidak mengumpulkan masa. Seperti misalnya pembagian untuk ojek online, team menggunakan aplikasi untuk order ke ojek online.


“Semua kena dampaknya, seperti ojek online otomatis penghasilan mereka menurun drastis. Dengan pembagian system kami order ojek online kena dua manfaat. Mereka dapat orderan dan dapat sembako. Semoga bermanfaat”, jelas Muchsin.


Tidak hanya paket sembako, Aksi Bela Rasa SMAGA juga bekerjasama dengan 5 dapur umum untuk membagikan nasi kotak. Maria D. Listiyani, alumni angkatan 90 menambahkan, 5 dapur umum ini mampu menyediakan sebanyak 2500 perhari dan di salurkan lewat koordinator dapur umum ke Panti Asuhan, Pesantren dan mereka yang membutuhkan.


Para relawan alumni SMAGA dari berbagai angkatan, dari angkatan 1970an hingga angkatan 2000an, sumbangan baik berupa tenaga untuk pendistribusian dan logistik hingga donasi dana terus mengalir dari lintas alumni hingga masyarakat umum. Sampai tanggal 7 April ini donasi yang sudah masuk tercatat sebesar  Rp. 169.500.000,-. Sampai saat ini telah menyalurkan berbagai bantuan ke berbagai fasilitas kesehatan se Solo Raya, tercatat ada sekitar 40 lebih faskes penerima bantuan diantaranya Klinik Mitra Sehat Mojosongo, Posko Siaga Kopassus, Puskesmas Jaten II, Puskesmas Purwosari, Puskesmas Sragen Kota, RS Amal Sehat Wonogiri, RS Brayat Minulyo, RS dr. Oen Kandangsapi, RS Islam Klaten, RS Kasih Ibu Surakarta, RS Mojosongo Group, RS Paru Surakarta, RS PKU Muhammadiyah Kartasura, RS UNS, RSUD Dr. Moewardi Surakarta, RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo, RSUD Karanganyar, RSUD Ngipang, RS Auri Colomadu, RS Diponegoro Dua Satu Klaten hingga RSUD Wonogiri. AKSI BELA RASA ALUMNI SMAGA ini juga membangun 9 instalasi cuci tangan swadaya untuk pasar-pasar tradisional dan tempat umum serta membagikan sekitar 200 paket sembako untuk masyarakat terdampak. Dalam perjalanannya AKSI BELA RASA ALUMNI SMAGA telah menyalurkan 1,5 ton beras, puluhan kilogram garam dan lauk pauk untuk mensupport para ibu rumah tangga yang tergerak untuk ikut membantu dengan membuat dapur umum, dimana per hari minggu kemarin (5/4) telah membagikan sebanyak 1.565 nasi box yang tersebar di panti, pondok pesantren, serta masyarakat umum. Namun meski dengan semangat yang begitu besar untuk kemanusiaan koordinator posko menyatakan bahwa aksi sosial ini akan berhenti pada tanggal 20 April 2020.


“Saya tidak ingin mereka (para relawan) jatuh sakit karena menurunnya stamina, kunci utama melawan COVID-19 ini kan daya tahan tubuh. Namun harapan saya semangat teman-teman alumni di Aksi Bela Rasa ini dapat diteruskan oleh semua masyarakat mengingat perjuangan melawan pandemik COVID-19 ini akan marathon” pungkas koordinator aksi Muchsin Assagaf.

Share:
IMG