LOGO
Metta Media Metta News Luwes Belum Bisa Uji Coba, Dinas Perdagangan Arahkan Ajukan Izin Lewat Asosiasi

Luwes Belum Bisa Uji Coba, Dinas Perdagangan Arahkan Ajukan Izin Lewat Asosiasi

Thursday, 26 August 2021 - 17:12


Belum boleh uji coba buka secara penuh, tangga menuju ke lantai 2 di salah satu Luwes di Solo ditutup dengan rak, Kamis (26/8) | Metta NEWS | Puspita



SOLO, Metta NEWS - Mulai Rabu (25/8) beberapa pusat perbelanjaan dan mal di Solo sudah melakukan uji coba buka kembali secara full dengan syarat-syarat yang harus diikuti. Namun ada beberapa pusat perbelanjaan yang belum bisa uji coba buka penuh hingga hari ini, Kamis (26/8) karena terkendala masalah izin dan syarat penerapan aplikasi Peduli Lindungi. 


Menurut Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Heru Sunardi, untuk Luwes belum mendapatkan aplikasi Peduli Lindungi sebagai syarat pengunjung bisa masuk. 


“Kalau Luwes sudah dapat aplikasi Peduli Lindungi akan kita fasilitasi mohon izin ke pemkot supaya diizinkan buka untuk tenant-tenant yang non supermarket,” kata Heru ketika ditemui di kantor Dinas Perdagangan, Kamis (26/8). 


Heru menjelaskan untuk mendapatkan sarana aplikasi Peduli Lindungi ini pihak mal berkoordinasi dan mengajukan ke Kementerian Kesehatan sedangkan untuk SOP nya mengacu ke Kementerian Perdagangan. 


“Proses aplikasi Peduli Lindungi ini dari pusat. Luwes belum memperoleh barcode aplikasinya tersebut. Kemarin pengajuannya harus lewat asosiasi jadi kita sarankan untuk Luwes juga mengajukan lewat asosiasi, misal Luwes masuknya asosiasi ritel yang asosiasi tersebut yang mengajukan,” terang Heru. 


Heru mencontohkan seperti tiga mal yang sudah uji coba kemarin mengajukan izin lewat APPBI (Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia). 


“APPBI belum diizinkan buka sudah mendahului minta syarat-syarat untuk diterapkan bila sudah boleh buka full kembali. Kemarin Luwes juga konsultasi ke kami dan kami dorong untuk mengajukan lewat asosiasi. Karena aplikasi itu kan bisa mengatur sesuai aturan yang ada. Misalnya kapasitas 50% otomatis aplikasi tersebut sudah mengatur itu dan terpantau dari pusat,” papar Heru. 


Sementara itu, menyusul tiga mal yang sudah uji coba kemarin, hari ini Matahari Singosaren juga mulai uji coba beroperasional secara penuh. Heru menyebut izin uji coba baru turun hari ini sehingga Matahari Singosaren baru bisa buka siang ini. 


“Administrasi ada prosesnya, surat masuk, di disposisi, di survey apa syarat-syarat terpenuhi semua baru di jawab untuk diizinkan buka. Hari ini tadi sudah turun izinnya jadi ketika di cek Pak Teguh (wawali) tadi pagi memang belum buka, tapi siang ini sudah buka dengan persyaratan yang ditentukan,” urai Heru. 


Dengan adanya syarat baru masuk mal dan pusat perbelanjaan ini, lanjut Heru, mal harus aktif sosialisasi ke masyarakat juga lebih gencar medsosnya. 


“Nanti dari warga ke warga pasti akan menyebar. Memang salah satu syarat harus punya aplikasi peduli lindungi. Karena di situ juga terekam riwayat vaksin dan sebagainya,” tandasnya.


Ditemui di kantor Balai Kota, Kamis (26/8) Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakoso menjelaskan khusus untuk Matahari Singosaren mempunyai kondisi yang berbeda dari pusat perbelanjaan lain karena dalam area tersebut terdapat pasar HP, pasar tradisional dan departemen store. 


“Dalam PPKM Level 4 Solo boleh uji coba mal dengan catatan harus memenuhi persyaratan diantaranya pakai barcode Peduli Lindungi. Untuk pasar HP yang 1 area dengan Matahari juga harus menyesuaikan karena 1 akses pintu masuk,” tegasnya. Puspita




Share:

Most Popular News

IMG