LOGO
Metta Media Metta News Tidak Akan Laporkan Pelaku Vandalisme, Gibran Minta Masyarakat Beri Masukan Langsung

Tidak Akan Laporkan Pelaku Vandalisme, Gibran Minta Masyarakat Beri Masukan Langsung

Wednesday, 25 August 2021 - 17:25

Coretan vandalisme di tembok rumah warga di daerah Kusumoyudan sudah di hapus oleh petugas dari Pemkot Solo 



SOLO, Metta NEWS - Coretan berisi kritikan di tembok dan pintu rumah warga di daerah Kusumoyudan Pringgading sudah dihapus oleh petugas dari Pemkot pada Selasa (24/8) sore kemarin. 


Petugas mengecat ulang tembok dan pagar rumah warga tersebut yang awalnya adalah vandalisme berisi kritikan pada pemerintah. 


Ditemui di komplek Balai Kota Solo, Rabu, (25/8) Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming menanggapi aksi grafiti tersebut. Menurutnya hal tersebut sudah salah karena melakukan aksi vandalisme di pintu gerbang dan tembok rumah orang. 


"Kalau ada keluhan, masukan, kritikan sampaikan langsung ke saya. Jalurnya banyak, bisa ke sini (kantor walikota), lewat WA, pesan di IG atau langsung telepon saya, nomor saya kan sudah kesebar di mana-mana. Saya tidak anti kritik tapi jangan coret-coret tembok rumah orang. Ya kita wajib hapuslah kan itu rumah orang,” tandas Gibran. 


Gibran memaparkan di Solo sendiri banyak disediakan lokasi untuk menyalurkan minat dan bakat soal mural atau graviti. 


“Tembok untuk mural sudah ada di mana-mana. Sepanjang Gatot Subroto itu masih kurang? Slamet Riyadi juga. Kalau mural atau street art, atau seni dalam bentuk lain ya yang bisa dinikmati banyak orang. Kalau kurang gede tempatnya nanti tak kasih lagi," tuturnya. 


Wali Kota Gibran membuka pintu lebar-lebar jika ada warga atau komunitas yang ingin membuat mural apapun kontennya dengan catatan seijin Pemerintah Kota Solo. 


"Monggo mural apapun silahkan ijin dulu, apapun kontennya. Tapi silahkan jika ada keluhan keluhan kritikan, terkait PPKM, atau apapun sampaikan ke saya nomerku wes ngerti kabeh. Kalau tidak ya lewat ULAS. Saya tidak anti kritik, tapi jangan melakukan vandalisme di rumah orang, itu rumah orang lho. Kalau rumah kita dicoret-coret kita pasti juga marah," tegas Gibran.


Sementara itu ditemui di tempat yang sama, Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjutak menambahkan tidak semua kasus dibawa pada penegakan hukum jika bisa dilakuka dengan edukasi pembinaan. 


"Memang penyelidikan terus kita lakukan, kita akan edukasi jadi tidak harus semua dilakukan dengan penegakan hukum. Selama kita masih bisa melakukan edukasi pembinaan menuju ke arah yang lebih baik itu yang diutamakan," jelas Ade Safri. 


Ade Safri juga memperbolehkan warga masyarakat untuk mengekspresikan atau mengeluarkan pendapatnya. Namun harus sesuai dengan aturan dan regulasi yang berlaku. Puspita



Share:

Most Popular News

IMG