LOGO
Metta Media Metta News Hari Pertama Buka, Pengunjung Mal Kesulitan Gunakan Aplikasi Peduli Lindungi

Hari Pertama Buka, Pengunjung Mal Kesulitan Gunakan Aplikasi Peduli Lindungi

Wednesday, 25 August 2021 - 16:33

Seorang pengunjung scan barcode sebelum masuk ke Solo Paragon Mall, Rabu (25/8) | Metta NEWS | Puspita



SOLO, Metta NEWS - Sesuai dengan Surat Edaran (SE)  Nomor 067/2613 tentang PPKM Level 4 Covid-19 yang berlaku 24-30 Agustus mulai mengizinkan operasional kembali pusat perbelanjaan atau mal di Kota Solo. Tiga mal yang ada di Solo, yakni Solo Square, Solo Paragon Mall dan Solo Grand Mall mulai beroperasi kembali secara full pada Rabu (25/8) ini. 


Dari pantauan Metta NEWS di Solo Paragon Mall dan Solo Grand Mall, banyak pengunjung yang kesusahan melakukan scan barcode sebelum masuk ke mal. Di area pintu masuk mal, beberapa pengunjung terlihat antre di pusat informasi Peduli Lindungi yang disediakan oleh pihak mal. 


Head Marcomm Solo Paragon Lifestyle Mall, Veronica Lahji menjelaskan untuk membantu pengunjung, pihak mal mempersiapkan tim khusus untuk mengarahkan pengunjung mendownload aplikasi Peduli Lindungi. 


“Syarat utama lainnya adalah yang boleh masuk ke mal adalah yang sudah vaksin, untuk anak di bawah 12 tahun dan di atas 70 tahun tidak boleh masuk mall. Sekitar 125 tenant sudah dibuka kecuali permainan anak, hiburan dan gym,” papar Vero ketika ditemui di Solo Paragon Mall, Rabu (25/8). 


Vero mengungkapkan dengan adanya aplikasi Peduli Lindungi ini menambah kepercayaan pengunjung untuk datang ke mall. 


“Biasanya pengunjung harian mencapai 20 ribu orang ini hanya boleh 50% nya. Untuk protokol kesehatan kami perketat security untuk berkeliling. Scan barcode di setiap pintu masuk berbeda dan harus check in dan check out. Kita ada 5 lobby pintu masuk,” papar Vero. 


Vero berharap mal juga menjadi salah satu sentra vaksinasi di Kota Solo.


"Kita ingin semua pengujung ini bisa masuk, jadi kalau ada yang belum divaksin bisa kita vaksin langsung disini. Hal ini biar tidak ada yang terkotak-kotakan," ungkapnya.


Hal senada juga disampaikan oleh Public Relation Solo Grand Mall, Ratrina Ni Wayan. SGM yang sudah trial buka dari Selasa (24/8) sore dengan menerapkan QR Code aplikasi Peduli Lindungi menemukan beragam tanggapan dari pengunjung. 


“Lumayan beda penerimaan sosialisasi di masyarakat. Ada yang ngeyel tidak mau pakai aplikasi karena punya kartu fisik, ada yang terkendala HP juga, tidak ada pulsa, macam-macam tanggapannya. Edukasi ini yang gampang-gampang susah,” terang Ina. 


Sementara itu, melihat langsung di lapangan, banyak pengunjung mal yang kesusahan melakukan scan barcode di semua area pintu masuk mal. Salah seorang pengunjung, Lestari (40 tahun) warga Purwosari Solo mengaku tidak bisa mendownload aplikasi karena memory HP nya terbatas. 


“Saya harus hapus beberapa aplikasi lain dulu biar bisa download,” keluh Lestari. 


Hal yang sama juga dialami oleh Dwi (48) yang sempat dibantu pihak customer service mal mendaftar di aplikasi Peduli Lindungi. 


“Tadi saya scan tidak bisa, kata petugas harus daftar dulu pakai KTP baru bisa muncul scan barcode di aplikasi,” kata Dwi. 


Kaum milenial justru menanggapi positif terkait penerapan aplikasi Peduli Lindungi ini. Maya (18 tahun) mengaku tidak mengalami kendala saat mendownload dan mengaplikasikan scan barcode untuk masuk ke mal. 


“Penggunaan aplikasi seperti ini lebih efisien dan aman. Kita tahu berapa jumlah pengunjungnya, ada check in dan check out jadi kita bisa tahu berapa lama kita berada di mal ada batasan jam nya. Jadi lebih nyaman saat berbelanja di mal karena yang boleh masuk yang sudah vaksin,” jelasnya. Puspita



Share:

Most Popular News

IMG