LOGO
Metta Media Metta News Tegas, Puluhan Siswa SMP Al Irsyad Yang Nekat PTM di Swab Antigen

Tegas, Puluhan Siswa SMP Al Irsyad Yang Nekat PTM di Swab Antigen

Tuesday, 24 August 2021 - 16:35

Seorang siswi SMP Al Irsyad Pasar Kliwon di tes swab antigen di aula sekolahnya, Selasa (24/8) | Foto : Metta NEWS | Puspita



SOLO, Metta NEWS - Puluhan siswa di SMP Al Irsyad secara mendadak di tes swab antigen hari ini. Tes tersebut dilakukan setelah diketahui bahwa SMP tersebut akan melakukan pembelajaran secara langsung. Wali Kota Solo Gibran Rakabuming yang mendatangi sekolahan tersebut menginstruksikan untuk tes swab massal pada anak-anak yang masuk. 


Ditemui di SMP Al Irsyad, Selasa (24/8) Kepala Dinas Pendidikan Solo, Etty Retnowati mengaku belum mendapatkan pengajuan izin ataupun koordinasi dari pihak sekolah sebelumnya. Etty  menjelaskan bahwa sebenarnya SMP Alirsyad hanya melakukan setoran hafalan.


Etty menegaskan bahwa hal ini bukan merupakan pembelajaran tatap muka (PTM). Dirinya menyebutkan bahwa siswa yang hadir saat itu berjumlah 50 siswa dari jumlah total lebih dari 130 murid. Etty juga menegaskan pada PPKM Level 4 belum bisa dilakukan PTM.


"Makanya ini saya suruh hentikan, saya minta anak-anak untuk pulang tapi ini masih ada yang nunggu giliran swab. Kegiatan hafalan setoran Qur'an tetap belum boleh, kita nunggu dulu paling nggak sampai level 3," kata Etty.


Etty mengungkapkan bahwa sebelum tidak ada koordinasi dari pihak SMP AL Irsyad. Setelah berkomunikasi dengan kepala sekolah, Etty mengatakan bahwa sebelumnya sudah dibatalkan namun kenyataannya masih banyak siswa yang hadir.


Etty mengimbau kepada kepala sekolah agar menaati peraturan yang ada.  Dirinya berharap agar kepala sekolah selalu berkomunikasi dengan dinas pendidikan.


"Kepala sekolah kita ingatkan saja, kita ikuti aturan dulu. Seharusnya pihak sekolah sudah tahu karena sudah saya share di grup-grup SMP, tapi mungkin karena desakan orang tua tadi," ujarnya.


Etty merasa maklum karena siswa sudah selama setahun lebih tidak mendapatkan pembelajaran secara tatap muka. Kendati demikian, dirinya tetap mengimbau agar tetap menaati peraturan yang berlaku. 


"Banyak orang tua yang memang mendesak dilakukan PTM, kami maklum karena hampir dua tahun tidak sekolah, anak-anak didik juga kasihan. Tapi kita masih level 4 jadi tetap daring dulu sekolahnya,” terang Etty.


Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Al Irsyad, Arif Budi Santoso menjelaskan bahwa hafalan dilakukan dengan cara membagi kelompok dalam skala kecil. Dirinya mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan desakan orang tua untuk melakukan setoran hafalan secara tatap muka tersebut.


"Biasanya daring, teknisnya sebenarnya setelah setor hafalan langsung pulang. Kalau lewat daring mungkin dari orang tua siswa merasa selama daring kemampuan hafalannya kurang," jelas Arif. 


Arif mengatakan bahwa dirinya memilih untuk menaati peraturan yang ada dan tidak tahu kronologi swab yang mendadak diberlakukan pada siswa. 


"Setahun ini daring dan kami tertib mengikuti aturan, mungkin selama daring kemampuan hafalannya kurang itu tadi jadi ada desakan orang tua, cuma kami tetap mengikuti aturan," kata Arif. Puspita

Share:

Most Popular News

IMG