LOGO
Metta Media Metta News Solo jadi Latar Video Klip Dinda Dimana versi Jawa

Solo jadi Latar Video Klip Dinda Dimana versi Jawa

Tuesday, 25 February 2020 - 15:57


SOLO, METTA NEWS - Musisi Katon Bagaskara mulai menggarap produksi video klip lagu Dinda Dimana versi Jawa. Lagu Dinda Dimana pernah menjadi hits di tahun 90 an dan terjual 2000 copy dalam satu tahun bahkan hingga sekarang lagu Dinda Dimana tetap dikangeni oleh penggemar lagu-lagu Katon dan Kla Project. Sebelum produksi video klip di mulai, Katon Bagaskara dan team mengadakan pers conference dan slametan bersama team, talent dan seluruh pendukung produksi video klip Dinda Dimana versi Jawa di Pendopo Loji Gandrung.


Dinda Dimana versi Jawa ini sangat menarik, selain mengambil tempat-tempat bersejarah di Solo, Katon melibatkan semua talent, kru dari kota ini. Katon yang selama ini mengidolakan Didi Kempot melihat fenomena sekarang dimana musik-musik campursari, musik lokal maupun dangdut tengah naik daun.


“Musik-musik nya mas Didi Kempot ini naik lagi. Tidak hanya orang tua tapi anak-anak muda jadi ikut menggemari lagu-lagu Jawa ini, selain romantic juga bisa buat joget dan yang penting pesannya itu mewakili perasaan penggemarnya”, tutur Katon.


Melihat hal tersebut, muncul ide untuk mengrilis ulang salah satu lagu miliknya untuk di aransemen ulang dalam versi Jawa.  Dari semua lagu miliknya, Katon memilih dan memilah lagu apa yang akan di rilis ulang dan musisi yang akan dia gandeng untuk merealisasikan project ini. Hingga akhirnya Katon menghubungi rekan-rekannya di Solo dan menggandeng Mr. Jepank musisi asli Solo untuk mengaransemen ulang lagu Dinda Dimana versi Jawa.


“Namanya seniman itu selalu mengikuti instuisi. Terakhir tampil di Solo, massa yang menonton menuntut Dinda Dimana dinyanyikan, jadi saya rasa lagu ini memang masih banyak yang suka. Akhirnya saya pilih Dinda Dimana untuk di aransemen dengan music yang benar-benar berbeda”, terang Katon.


Katon memilih Solo sebagai lokasi video klip dan mengajak semua potensi dari Solo karena Solo mempunyai culture heritage yang diakui dunia.


 Sementara itu arranger Dinda Dimana versi Jawa, Mr. Jepank menyambut baik ajakan Katon untuk membuat video klip dan meng-arange ulang lagu Dinda Dimana. “Hampir 20 tahun saya tidak ketemu Katon, kaget juga saat ditawari menjadikan lagu Jawa. Katon ini memang musisi yang cerdas, yang mengikuti trend yang tengah hits saat ini”, terang Jepank.


Mr. Jepank berharap dengan lagu Dinda Dimana versi Jawa yang video klip nya dibuat di Solo ini bisa mengangkat Solo seperti lagu lain yang sudah melambungkan nama sebuah kota.


“Proses kreatif menerjemahkan lagu Dinda ke bahasa Jawa ini memakan waktu semalaman, saya lakukan di studio saya sendiri”, urai Mr. Jepank.


Katon menambahkan produksi Dinda Dimana versi Jawa melibatkan masyarakat Solo dari berbagai elemen seperti komunitas sepeda onthel solo, Solo Batik Carnival, Paguyuban Putra Putri Solo, seniman dan pembatik Solo. 

Share:
IMG