LOGO
Metta Media Metta News Festival Pers Nasional & Soft Launching Ruang Pamer Monumen Pers Nasional

Festival Pers Nasional & Soft Launching Ruang Pamer Monumen Pers Nasional

Monday, 17 February 2020 - 16:46


SOLO, METTA NEWS – Seiring dengan kemajuan zaman, ide untuk mengubah pandangan buruk masyarakat terhadap museum telah teralisasi yaitu dengan diresmikannya Monumen Pers Reborn pada Jumat (14/02). Melalui Monumen Pers Reborn  maka revitalisasi monumen pers  yang dahulu terkesan suram, gelap, dan kuno sekarang terdapat perubahan tata letak pamer menjadi lebih terang, lebih edukatif, dan lebih edutaiment sehingga dapat menarik minat masyarakat luas utamanya pelajar.

 

Kepala Monumen Pers, Widodo Hataryo mengatakan, pihak media harus lebih keras lagi agar dapat mengatasi segala tantangan  yang ada utamanya dalam menghadapi berita hoax karena nilai-nilai patriotisme perjuangan pers telah terukir di gedung ini.

 

Di Monumen Pers Surakarta inilah, tempat lahir dan berkumpulnya insan-insan pers nasional sejak kongres PWI yang pertama yaitu tanggal 9 februari 1946 yang juga merupakan hari lahirnya pers nasional. Sejarah tentang pers Indonesia telah terukir dengan jelas di Monumen ini maka sudah sepantasnya untuk pihak media bersama dengan pemerintah menepis semua pandangan buruk masyarakat terhadap museum”, tutur Widodo.

 

Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkot Surakarta, Heri Purwoko menyampaikan sambutan Walikota, pers harus mampu mendidik masyarakat agar dapat memilah informasi dengan baik dan juga harus mengangkat kearifan lokal di masyarakat agar menjadi modal sosial yang kuat untuk pembangunan.

 

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Prof Dr Widodo Muktiyo menyampaikan bahwa Kominfo memiliki dua institusi semacam ini yakni Monumen Pers dan Museum Penerangan di Taman Mini Indonesia Indah.  Semua karyawan di museum harus selalu senyum dan ramah sehingga masyarakat akan terkesan jika telah berkunjung. Seluruh elemen di kominfo bahwa harus memiliki sosial media dengan minimal pengikut sejumlah 500 orang”, jelas Prof. Widodo.

Revitalisasi Monumen Pers ini dilaksanakan dengan dukungan dan arahan dari pihak Kominfo sebagai bentuk upaya perjuangan agar bangsa Indonesia  lebih maju lagi dan tidak terjebak dengan berita hoax.

 


Share:
IMG