LOGO
Metta Media Metta News Meriahnya Perayaan Malam Cap Go Meh di Kota Kelahiran Presiden Jokowi

Meriahnya Perayaan Malam Cap Go Meh di Kota Kelahiran Presiden Jokowi

Tuesday, 11 February 2020 - 18:14


 

 

SOLO, METTA NEWS - Malam Cap Go Meh menjadi penutup rangkaian perayaan Solo Imlek Festival 2571/2020 di Pendhapi Gedhe Balaikota Surakarta, Sabtu (8/2). Selama kurang lebih 1 bulan, perayaan Solo Imlek Festival 2571 menyajikan berbagai acara budaya dan wisata kolaborasi dari 6 organisasi Thionghua di Solo yang menjadikan Solo sebagai salah satu destinasi wisata Imlek di Indonesia.

 

Dalam perayaan Imlek tahun ini Panitia Bersama Imlek mengambil tema “Merajut Kebhinekaan Memperkokoh NKRI”. Ketua Panitia bersama Imlek 2571, Sumartono Hadinoto mengungkapkan dalam tema tersebut terkandung pesan bahwa dalam perayaan Imlek bukan hanya dilakukan dalam menyambut datangnya tahun baru pada penanggalan masyarakat Tionghua, tetapi juga mewujudkan semakin kokohnya persatuan negara dan bangsa indonesia dengan keharmonisan Bhineka Tunggal Ika. Karena melalui budaya akan terjalin komunikasi yang baik dan akan timbul akulturasi budaya yang baru yang memperkaya budaya nusantara yang beragam bentuknya.

“Imlek 2571 2020 tidak hanya terdiri dari organisasi sosial masyarakat Tionghua saja, tetapi diperluas mengajak semua komunitas yang merayakan Imlek karena Imlek sudah menjadi milik masyarakat Solo dan dapat membranding kota Solo menjadi kota budaya dan kota wisata, baik wisata kuliner maupun wisata belanja, dan Solo menjadi salah satu destinasi Imlek di Indonesia”, jelas Sumartono.

Dalam kesempatan tersebut, Sumartono juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama beberapa instansi, organisasi, yang didukung juga Polres, Satpol PP, Dishub serta beberapa organisasi terkait. “Semua ini adalah wujud nyata gotong royong di Kota Solo. Semua ikut ambil bagian dan berkontribusi nyata sekecil apapun untuk Kota Solo yang kita cintai ini”, tambah Sumartono.

Pada perayaan Cap Go Meh tersebut hadir Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, jajaran Muspida Kota Surakarta, tokoh masyarakat dan tokoh agama mewakili 6 agama dan kepercayaan. Dalam sambutannya Walikota Rudy mengakui bahwa perayaan Tahun Baru Imlek di Solo dari tahun ke tahun semakin ramai. Hal tersebut terlihat dengan semakin banyaknya pengunjung yang kian membludak untuk menyaksikan perayaan Imlek di kota kelahiran Presiden Jokowi tersebut.

 

Menurut Walikota,  tema yang diambil dalam perayaan Imlek tahun ini juga mengandung makna yang luar biasa untuk masyarakat Solo yang terdiri dari banyak ragam.


“Kemajemukan kebhinekaan yang ada di Kota Solo ini hukumnya wajib untuk dipertotonkan, hukumnya wajib untuk dipertahankan, hukumnya wajib untuk disampaikan kepada warga masyarakat di seluruh Indonesia. Solo, yang warga masyarakatnya beraneka ragam baik suku, agama, etnis, golongan, dan sebagainya, namun kita tetap satu sebagai bangsa, satu sebagai warga masyarakat Kota Surakarta yang kita cintai”, ujar Walikota Rudy dalam sambutannya.


Pada acara tersebut Panitia Bersama Imlek memberikan bantuan kepada Pemerintah Kota Surakarta berupa 1 unit motor pemadam kebakaran. Pemberian motor pemadam kebakaran ini untuk membantu bila ada kondisi kebakaran di gang-gang sempit perumahan warga yang sulit untuk di jangkau mobil pemadam kebakaran.


“Saya pribadi melihat bantuan motor pemadam kebakaran ini tidak semata-mata untuk memadamkan api saja. Solo akan dipadamkan dari hal-hal yang tidak kita inginkan, sehingga dengan filosofi ini kebakaran-kebakaran apapun menurut saya adalah intoleransi, perbedaan pendapat, perbedaan agama, perbedaan suku agama mari kita padamkan bersama”, tegas Walikota Rudy.


Walikota menekankan sebagai bangsa Indonesia yang mengedepankan asas dan ideologi Pancasila tidak hanya diucapkan di mulut. Namun selalu di implementasikan dalam berbagai tindakan-tindakan yang konkret di tengah-tengah kehidupan berbangsa dan bernegara terlebih kehidupan bermasyarakat yang ada di Kota Surakarta.


Walikota Rudy berharap budaya hidup gotong royong, budaya hidup memiliki, budaya hidup merawat, budaya hidup menjaga, dan budaya hidup mengamankan kota Solo dan isinya, dapat dilakukan seluruh warga Solo demi membangun Kota Solo menjadi kota yang lebih baik lagi. 

Share:
IMG