LOGO
Metta Media Metta News SE Terbaru, Pemkot Solo Tegas Larang Mudik

SE Terbaru, Pemkot Solo Tegas Larang Mudik

Tuesday, 04 May 2021 - 16:39


SOLO, Metta NEWS – Pemerintah Kota Surakarta menegaskan untuk melarang kegiatan mudik selama masa Peniadaan Mudik 6 – 17 Mei 2021. Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) hanya berlaku bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mendesak atau kepentingan non mudik.  


Berdasarkan Surat Edaran Nomor : 067/1309 yang diterbitkan Selasa (4/5) kegiatan melakukan perjalanan hanya diperbolehkan bagi pelayanan distribusi logistik, dan pelaku perjalanan dengan keperluan seperti bekerja atau perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit dan meninggal, kepentingan persalinan didampingi maksimal 2 orang, pemeriksaan ibu hamil dengan pendampingan 1 orang dan prosesi akad nikah dengan jumlah saksi maksimal 5 orang.


Pemkot juga mewajibkan setiap pelaku perjalanan lintas kota, kabupaten, provinsi, dan negara yang menetap minimal 1x24 jam  wajib memiliki print out Surat Keterangan dari Kepala Desa atau Lurah daerah asal atau surat izin Perjalanan tertulis atau Surat Izin Keluar/ Masuk (SIKM).


Bagi pegawai instansi pemerintahan /Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN/ Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Prajurit TNl, dan anggota Polri berupa surat izin tertulis dari pejabat setingkat Eselon ll yang dilengkapi tanda tangan basah/ tanda tangan elektronik pejabat, identitas diri calon pelaku perjalanan serta hasil uji negatif swab PCR atau swab antigen paling lama 2 x 24 jam sebelum diperiksa Tim Cipta Kondisi.


Bagi pegawai swasta berupa surat izin tertulis dari pimpinan perusahaan yang dilengkapi tanda tangan basah / tanda tangan elektronik pimpinan Perusahaan, identitas diri caron pelaku perjalanan serta hasil uji negatif swab PCR atau swab antigen paling lama 2x24 jam sebelum diperiksa Tim Cipta Kondisi.


Bagi pekerja sektor informal dan masyarakat umum non pekerja berupa surat izin tertulis / Surat Keterangan dari Kepala Desa/Kelurahan daerah asal (dengan mencantumkan alamat daerah tujuan, keperluan dan nomor HP/Telepon yang dituju) yang dilengkapi tanda tangan basah / tanda tangan elektronik Kepala Desa/Kelurahan, identitas diri calon pelaku perjalanan serta hasil uji negatif swab PCR atau swab antigen paling lama 2 x 24 jam sebelum diperiksa Tim Cipta Kondisi. (*rom)

Share:
IMG