LOGO
Metta Media Metta News Kena Penyekatan Di Terminal Madiun, Karyawan Radio Belum Bisa Balik Ke Solo

Kena Penyekatan Di Terminal Madiun, Karyawan Radio Belum Bisa Balik Ke Solo

Tuesday, 04 May 2021 - 14:10


SOLO, Metta NEWS – Pemerintah sudah mulai melakukan penyekatan pemudik di beberapa daerah. Salah seorang pekerja radio di Solo, Ivoni Rahmita mengatakan dirinya dicegat petugas ketika akan masuk ke Terminal Purbaya Madiun. Ivoni menjelaskan petugas Dinas Perhubungan yang berjaga meminta surat rapid dan bertanya beberapa hal seputar tujuannya ke Solo. 


Meskipun sudah menjelaskan tujuannya ke Solo untuk kembali bekerja, petugas tetap meminta surat hasil rapid tes. 


“Sampai terminal tidak boleh masuk, di pintu depan sudah diperiksa, saat saya bilang mau kembali ke Solo untuk bekerja tetap harus menunjukan surat hasil rapid tes. Karena di situ juga tidak ada layanan rapid tes saya akhirnya balik ke rumah tidak jadi balik kerja”, tutur Ivoni. 


Ivoni mengungkapkan jika dirinya sudah meminta surat tugas dari kantornya bila sewaktu-waktu di jalan ada penyekatan serupa dan meminta syarat tersebut untuk masuk ke kota Solo. 


Sementara itu kondisi di terminal Tirtonadi Solo belum menunjukan peningkatan penumpang yang berarti. Mulai besok,  Kamis (6/5)  menjadi hari terakhir operasional Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) trayek Jawa Timur. Bis-bis tersebut akan berhenti beroperasi selama 12 hari mulai besok hingga 17 Mei 2021.


Mandor Perusahaan Otobus (PO) Sugeng Rahayu Bambang mengkonfirmasi hal tersebut. Bambang mengatakan, pada H-1 larangan mudik, semua bus Sugeng Rahayu hanya akan mengarah ke Timur. Keesokan harinya bus dari PO tersebut sudah tidak melayani penumpang.

“Kita operasional terakhir tanggal 5 Mei, ada sekitar 30 armada bus yang akan mengarah ke Timur dan keberangkatan terakhir dari Solo pada pukul 16.00”, ungkap Bambang.


Bambang mengaku hanya bisa pasrah dengan aturan Peniadaan Mudik. Ia menuturkan, operator bus seperti mandor, sopir, dan kernet yang mendapatkan upah harian akan menanggung sendiri semua kebutuhan sehari-hari selama masa libur operasional bus.


Sementara itu Mandor Bus Solo jurusan arah Wonogiri, Catur menjelaskan, meski akan tetap beroperasi selama masa Peniadaan Mudik, berhentinya bus AKAP berdampak besar pada jumlah penumpang yang akan diangkut oleh bus antar kota dalam provinsi (AKDP). Menurutnya mayoritas penumpang bus AKDP adalah penumpang dari Surabaya, Yogyakarta dan kota-kota besar lainnya.  


“Kalau hanya ada penumpang-penumpang lokal kita awak bis tidak bisa merasakan berkah hari raya. Jumlah penumpang per hari rata-rata hanya 10 sampai 15 orang jika bus dari Yogya yang tiba di Terminal Tirtonadi”, paparnya.


Koordinator Terminal Tipe A Tirtonadi, Joko Sutriyanto menambahkan bus yang beroperasi saat masa Peniadaan Mudik yang boleh mengangkut penumpang harus memiliki stiker khusus. Bus tersebut melayani penumpang dengan alasan khusus antara lain, keluarga meninggal dunia atau kepentingan pekerjaan. (*ita/rom)

Share:
IMG