LOGO
Metta Media Metta News Bank Dunia: 115 Juta Masyarakat Indonesia Rentan Kembali Miskin

Bank Dunia: 115 Juta Masyarakat Indonesia Rentan Kembali Miskin

Friday, 31 January 2020 - 17:03


JAKARTA, VOA — Berdasarkan laporan dari Bank Dunia yang berjudul "Aspiring Indonesia, Expanding the Middle Class" disebutkan bahwa sebanyak 115 juta atau 45 persen masyarakat Indonesia berpotensi menjadi miskin kembali. Mereka ini adalah orang yang telah keluar dari kemiskinan tetapi belum mencapai tingkat ekonomi yang aman.

Bank Dunia mencatat, selama 15 tahun terakhir, Indonesia telah membuat kemajuan luar biasa dalam mengurangi tingkat kemiskinan yang saat ini berada di bawah 10 persen. Selama periode ini, Indonesia juga mengalami pertumbuhan kelas menengahnya dari tujuh persen menjadi 20 persen dari total penduduk yaitu sebanyak 52 juta orang.

World Bank Acting Country Director untuk Indonesia, Rolanda Pryce mengatakan dengan memperluas kelas menengah dapat membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia serta memperluas pemerataan kesejahteraan.

Rolanda menjelaskan, untuk mendukung jutaan orang yang memiliki aspirasi untuk menjadi bagian dari kelas menengah, Indonesia perlu menciptakan lebih banyak pekerjaan dengan upah yang lebih baik, didukung oleh sistem yang kuat untuk menyediakan pendidikan yang berkualitas dan jaminan kesehatan universal.

Hal ini akan memerlukan perbaikan lingkungan usaha dan investasi pada infrastruktur. Selain itu, yang juga akan diperlukan adalah perluasan akses jaminan sosial untuk perlindungan dari guncangan kesehatan dan ketenagakerjaan yang mengikis keuntungan ekonomi dan peluang mobilitas ke atas bagi jutaan orang yang ingin masuk dalam kelas menengah.

“Saya rasa, yang jelas pemerintah telah melakukan usaha yang baik dengan mempermudah investasi masuk ke Indonesia sehingga bisa membuka lapangan kerja yang baik. Dengan hal ini, banyak kesempatan orang yang rentan miskin bisa masuk ke dalam kategori kelas menengah,” ujarnya dalam acara Laporan Bank Dunia "Aspiring Indonesia-Expanding the Middle Class", di Jakarta, Kamis (30/1).

Ditambahkannya, penguatan kebijakan dan administrasi pajak untuk meningkatkan kepatuhan oleh mereka yang sudah menjadi bagian dari kelas menengah serta memperluas basis pajak untuk menambah penerimaan baru dari kelas menengah yang berkembang juga akan diperlukan untuk membiayai investasi tersebut.

Sumber: www.voaindonesia.com

Share:
IMG