LOGO
Metta Media Metta News Kolaborasi Dua Budaya dalam 'Campur Sayang'

Kolaborasi Dua Budaya dalam 'Campur Sayang'

Friday, 31 January 2020 - 16:38


Solo, Metta News - Masih dalam rangkaian acara Solo Imlek Festival 2020, Perkumpulan Masyarakat Surakarta bekerjasama dengan Bentara Budaya Solo mengadakan Musik Imlek Campur Sayang, Kamis (30/1) di halaman Balai Soedjatmoko Solo. Musik Imlek Campur Sayang ini adalah merupakan penggabungan dua buaya antara budaya Jawa dengan musik campur sarinya dan budaya Tionghua dengan musik klasik Yangkhim.


Ketua Bidang Kesenian PMS Darmawan Saputra mengatakan dua kesenian ini dibina oleh PMS. “Sesuai dengan semangat Bhineka Tunggal Ika, semangat persatuan dan kesatuan Indonesia pada Imlek ini kita kolaborasikan dengan nama Campur Sayang”, tutur Darmawan.

Perpaduan keharmonisan dua budaya ini tidak hanya dalam musik saja tetapi dalam kehidupan sehari-hari kita harus berkolaborasi  dengan tetangga, teman, lingkungan. “Istilahnya kalau tidak kenal tidak saying, tidak campur tidak sayang. Makanya kita beri nama Campur Sayang perpaduan kolaborasi dua buah seni music yang berasal dari Tiongkok dan Indonesia”, jelas Darmawan.


Campur Sayang baru pertama kali ini ada di Indonesia. Sebelum tampil personil masing-masing grup musik ini berlatih selama 3-4 bulan di Gedung PMS. Ada 8 lagu yang diaransemen seperti Bengawan Solo, Jangkrik Genggong, kagu-lagu mandarin yang hits sepanjang masa.


“Setelah punya ide ini, langsung latihan, menyusun lagu sehingga setiap aransemen menjadi satu komposisi yang lebih indah lagi, yang lebih berwarna, bisa saling mengisi”, ujar Darmawan.

Total 10 personil dengan karakter alat musik yang berbeda-beda pada awalnya menjadi kendala, dengan berlatih total dan intensif, kemauan dari pemain sehingga melahirkan nada-nada dalam harmoni yang indah.


“Kita harapkan ini akan menjadi agenda tahunan, di mana kalau nanti di acara-acara perayaan Imlek nanti bisa mengisi dan kita bersifat terbuka atau ada event Imlek yang ingin pementasan ini, hubungi lewat PMS nantinya akan kami siapkan. Ini akan kita bina terus untuk bisa lebih baik lagi, perbendaharaan lagu-lagu akan lebih banyak lagi untuk Imlek dan Cap Go Meh tahun depan kalau ada barangkali ada pihak-pihak yang tertarik untuk mementaskan, sehingga akan lebih representatif lagi”, tutup Darmawan. 

Share:
IMG