LOGO
Metta Media Metta News Bintang NBA Kobe Bryant dan Putrinya Tewas dalam Kecelakaan Helikopter

Bintang NBA Kobe Bryant dan Putrinya Tewas dalam Kecelakaan Helikopter

Monday, 27 January 2020 - 15:16



LOS ANGELES, VOA- Kabar duka datang dari dunia olahraga. Atlet basket legendaris asal Amerika,  Kobe Bryant mengalami kecelakaan helicopter dan tewas dalam insiden tersebut. Tidak hanya Kobe, kecelakaan tersebut juga merenggut nyawa putrinya yang saat itu juga bersama sang ayah. Bryant dan puterinya Gianna, 13 tahun, termasuk sembilan korban tewas dalam kecelakaan helikopter di luar Los Angeles Minggu (26/1). Mereka dilaporkan sedang dalam perjalanan menuju turnamen basket anak-anak muda.


Bryant diketahui kerap menggunakan helikopter dari rumahnya ke pertandingan-pertandingan di Los Angeles untuk menghindari kemacetan.


Departemen L.A. County Sheriff mengatakan penyelidikan sedang berlangsung, dibantu para pejabat federal. Tapi sejauh ini belum memberi informasi mengenai apa penyebab kecelakaan, termasuk apakah cuaca berkabut Minggu pagi (26/1) turut menjadi faktor penyebab kecelakaan.


Bryant tercatat sebagai salah satu pemain basket profesional terhebat yang pernah menginjakkan kaki ke lapangan. Dia menghabiskan hampir sepanjang karir profesionalnya dengan Los Angeles Lakers -- memenangkan lima kejuaraan NBA dan penghargaan Most Valuable Player liga itu pada 2008. Dia adalah penyumbang skor terbanyak keempat sepanjang masa. LeBron James menyalipnya dan menempati peringkat ketiga hanya sehari yang lalu. Lewat Twitter, Bryant memberi ucapan selamat kepada James.


Bryant yang asal Philadelphia, menghabiskan masa kecilnya di Italia di mana ayahnya bermain dalam tim basket profesional setelah berkarir di NBA.


Tak seperti banyak bintang NBA, Bryant tidak berkarir lewat jalur kampus sekembalinya ke AS. Selepas lulus SMA, Bryant langsung direkrut oleh Charlotte Hornets pada 1996 sebelum ditransfer ke Lakers.


Sebagian pencapaian Bryant sepanjang 20 tahun karirnya di NBA termasuk menjadi pemain all-star termuda pada 1998, ketika berusia 19 tahun; mencetak 81-poin pada sebuah pertandingan NBA tahun 2006, poin kedua terbanyak sepanjang masa; dan meraih medali emas Olimpiade pada 2008 dan 2012.


Karirnya setelah NBA termasuk mendirikan yayasan amal dan mengelola kamp basket musim panas bagi anak-anak. 


Sumber: www.voaindonesia.com

Share:
IMG