LOGO
Metta Media Metta News Gelar Festival Dalang Cilik 2021 Virtual, Pemkot Rencanakan Anggaran Penguatan Ekonomi Seniman

Gelar Festival Dalang Cilik 2021 Virtual, Pemkot Rencanakan Anggaran Penguatan Ekonomi Seniman

Tuesday, 23 February 2021 - 17:14


SOLO, METTA NEWS - Sejumlah 8 penari remaja putri membuka penyelenggaraan festival dalang cilik 2021 dengan mempersembahkan tari Bedhaya Balabak di Dalem Joyo Kusuman, Selasa (23/02).  


Agenda budaya rutin Pemerintah Kota Solo itu, untuk tahun ini diselenggarakan secara virtual selama 2 hari dimulai hari ini (Selasa, 23/02) hingga esok (Rabu, 24/02) yang diikuti oleh 10 peserta dari tingkat SD dan SMP.


Mewakili Pelaksana Harian (PLh) Kota Surakarta Ahyani, Asisten Pemerintah dan Kesra Kota Surakarta Kinkin Sultan Hakim menuturkan Pemerintah Kota Surakarta harus terus konsisten dengan visi dan misi Kota Surakarta sebagai kota budaya.


"Pertunjukan ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan melakukan pembatasan penonton dan peserta", terang Kinkin.


Kinkin mengungkapkan sebenarnya ada 25 peserta yang mendaftar. Namun oleh panitia dikurasi kembali dan akhirnya hanya ada 10 penampil.


Salah satu peserta festival Hafid Zidan Saputra (10th) asal Sukoharjo, mengatakan jika dirinya termotivasi mengikuti lomba dalang cilik sejak kelas 1 SD dan sudah belajar mendalang dari usia 3 tahun.


"Saya sering nonton wayang, kadang-kadang sampai selesai. Biasanya kalau nonton itu di Balai Kota Surakarta atau di Gedung Lowo Sukoharjo", papar Hafid.


Dengan harapan yang besar Hafid menginginkan agar dirinya menjadi juara dalam Festival Dalang Cilik 2021 serta ingin terus mendalang agar bisa ikut ambil bagian untuk melestarikan salah satu kesenian tradisi dari Jawa.


Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Surakarta Agus Santoso menambahkan semangat dari seniman kebudayaan tidak boleh berhenti dan mereka harus tetap berkarya.


"Sejauh ini memang kegiatan seni dan kebudayaan ini lumpuh dan masyarakat juga mengetahui hal itu. Belajar dari kondisi ini, ke depan kita siapkan anggaran untuk penguatan ekonomi para seniman", terang Agus.


Agus mengungkapkan jika permasalahan yang paling krusial dalam pelaksanaan pentas seni budaya di Kota Surakarta adalah masalah pembatasan penonton. 

Share:
IMG