LOGO
Metta Media Metta News PPKM Mikro Efektif, Kasus COVID-19 Nasional dalam Sepekan Turun Signifikan

PPKM Mikro Efektif, Kasus COVID-19 Nasional dalam Sepekan Turun Signifikan

Tuesday, 23 February 2021 - 15:12


Foto : (ilustrasi) Isyarat petugas kesehatan yang mengenakan APD di ruang isolasi pasien COVID-19 usai pengambilan sampel usap, di IGD RS Persahabatan, Jakarta (REUTERS / Willy Kurniawan)


VOA INDONESIA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan jumlah kasus aktif COVID-19 di Tanah air dalam satu minggu terakhir mengalami penurunan yang cukup signifikan, yakni turun 17,27 persen. Tren penurunan kasus aktif ini terjadi di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Pemerintah juga mengklaim tingkat kematian akibat COVID-19 juga mengalami penurunan di tiga provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat dan Bali.


“Dari 5-17 Februari ini kasus aktif nasional juga turun di minus 2,53 persen. Dan secara jumlah kasus aktif turun dari 176.672 ke 162.182. kemudian juga kita lihat tingkat kesembuhan naik 2,56 persen dan kematian turun”, tutur Airlangga dalam telekonferensi pers, di Jakarta.


Airlangga juga menjelaskan, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio di ruang isolasi dan unit gawat darurat  untuk pasien COVID-19 di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Jawa Timur sudah di bawah angka 70%.


Airlangga mengklaim kabar baik tersebut tak lepas dari kebijakan PPKM Mikro jilid 1, dibarengi dengan tren peningkatan kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan yang berada pada kisaran 88%.


PPKM Mikro Diperpanjang


Terkait dengan hal tersebut, Airlangga menegaskan pemerintah akan memperpanjang kebijakan PPKM Mikro jilid dua mulai 23 Februari sampai 8 Maret 2021


“Cakupannya adalah di 123 kabupaten/kota sampai desa dan kelurahan di tujuh provinsi di Jawa dan Bali”, ungkapnya.


Airlangga menekankan berbagai batasan kegiatan masyarakat dalam PPKM Mikro jilid dua masih sama dengan kebijakan sebelumnya, yakni kebijakan working from home (WFH) sebanyak 50 persen, kegiatan belajar mengajar masih dilakukan secara daring, sektor essensial tetap beroperasi 100 persen dengan penerapan protokol kesehatan. Kemudian jam operasional pusat perbelanjaan hanya sampai pukul 21.00 WIB, makan dan minum di restoran kapasitasnya maksimal 50 persen, layanan delivery tetap diperbolehkan, kegiatan konstruksi tetap beroperasi 100 persen dengan protokol kesehatan.


Selain itu kapasitas tempat ibadah hanya boleh diisi maksimal sebanyak 50 persen, fasilitas umum masih ditutup dan diberhentikan dan kapasitas transpotasi publik juga masih dibatasi mengikuti kebijakan setiap daerah.


“Tentu kita berharap bahwa pemberlakukan ini akan terus bisa menekan pandemi COVID-19 dan ini dibarengi dengan kegiatan yang dilakukan oleh Kemenkes terkait dengan vaksinasi”, tuturnya.



sumber : www.voaindonesia.com

Share:
IMG