LOGO
Metta Media Metta News Tabuhan Tambur membuka Solo Imlek Festival 2571

Tabuhan Tambur membuka Solo Imlek Festival 2571

Thursday, 16 January 2020 - 14:01



SOLO, METTA NEWS- Walikota Surakarta, FX. Hadi Rudyatmo membuka Solo Imlek Festival 2571 / 2020, Rabu (16/1) di Gedung Pertemuan PMS, Jl. Juanda No. 47 Solo. Rangkaian event menarik disiapkan untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2571/2020.


Solo Imlek Festival diadakan mulai tanggal 14 Januari – 8 Februari 2020 dengan serangkaian acara yang paling awal adalah pemasangan 5000 lampion di sepanjang jalan Jenderal Sudirman, area Pasar Gedhe   dan lampion 12 Shio karakter. Juga bazar tahunan yang selalu hadir setiap Solo Imlek Festival yaitu Solo Imlek Fair. Tahun ini sebanyak 78 stand memeriahkan Solo Imlek Fair dengan berbagai acara hiburan untuk masyarakat. Solo Imlek Fair pernah diadakan di Benteng Vastenburg, Balaikota dan di Gedung Pertemuan PMS. Tahun ini mempertimbangkan masalah cuaca maka Solo Imlek Fair diadakan di Gedung Pertemuan PMS. Ketua Solo Imlek Fair Tanu Kismanto menjelaskan kegiatan Solo Imlek Festival sebagai salah satu sarana melestarikan budaya yaitu budaya kebhinekaan untuk memperkokoh NKRI.  Tanu mengungkapkan setiap Solo Imlek Fair panitia selalu menggandeng UMKM untuk menggairahkan perdagangan dan perekonomian UMKM.

“Solo Imlek Festival ini bukan sekedar perayaan Imlek yang kita gelar di Solo, kami berterimakasih pada Pemerintah Kota Surakarta karena sudah menjadikan SIF sebagai agenda tahunan event kota Solo Kami akan terus mengaungkan lewat kerja nyata kegiatan yang nyata untuk merajut kebhinekaan ini Bapak”, urai Tanu.


Walikota didampingi Muspida Kota Surakarta, Panitia Bersama Imlek 2571, Ketua Umum PMS dan jajaran pengurus PMS menabuh tambur dan membunyikan simbal disusul dengan atraksi Barongsai Tripusaka.


Dalam sambutannya Walikota FX. Hadi Rudyatmo menyampaikan apresiasi atas nama Pemerintah Kota Surakarta kepada semua elemen yang telah membantu penyelenggaraan Solo Imlek Festival. Menurut Walikota, Solo Imlek Festival secara tidak langsung mendukung program 5WMP untuk mewujudkan masyarakat yang waras, wasis, wareg, mapan dan papan.


“Penyelenggaraan Solo Imlek Festival merupakan salah satu kalender event yang sudah ditetpkan oleh Pemkot. Kita melihat saat ini adalah contoh kebhinekaan yang terjadi karena warga yang datang tidak memandang ras, suku , agama dan budaya. Masyarakat terhibur, ikut bahagia  dan  bisa mendapat banyak rejeki, ini adalah contoh sebuah kebersamaan”, tutur Rudy.


Rudy mempersilahkan untuk kedepan penyelenggaraan SIF bisa kembali menggunakan area-area public seperti Balaikota dan Benteng Vastenburg. “Terimakasih kepada panitia dan segala elemen yang telah membantu acara ini agar berjalan dengan baik, semoga acara ini dapat terus berkembang dan terus dicintai masyarakat. Solo Imlek Festival milik masyarakat Surakarta, bukan milik salah satu kelompok atau golongan”, tutup Walikota Rudy. 

Share:
IMG