LOGO
Metta Media Metta News Solo Tidak Lockdown, Peningkatan Sanksi Dan Terapkan Protokol Kesehatan Semakin Ketat

Solo Tidak Lockdown, Peningkatan Sanksi Dan Terapkan Protokol Kesehatan Semakin Ketat

Saturday, 05 December 2020 - 09:07




SOLO, METTA NEWSPemerintah Kota Surakarta telah menyiapkan Surat Edaran (SE) terbaru dalam penanganan dan pencegahan Covid-19. Surat Edaran terbaru ini mengacu pada hasil rapat pada tanggal 3 Desember 2020. Pada SE Wali Kota terbaru ini memutuskan Pemerintah Kota mengusulkan pada Gubernur  Jawa Tengah untuk menggunakan Donohudan sebagai rumah sakit darurat yang diperuntukan tempat karantina bagi masyarakat yang terpapar Covid-19 dengan status OTG (Orang Tanpa Gejala), yang kedua Pemerintah memutuskan akan membuat rumah karantina bagi pemudik libur Natal dan akhir tahun. Benteng Vasntenburg akan digunakan sebagai rumah karantina bagi semua pemudik ini.


“Pemudik yang mulai pulang tanggal 15 Desember akan langsung kita karantina, langsung menempati Benteng Vastenburg, yang pulang tanggal 23 Desember atau setelah tanggal 15 juga akan kita karantina 14 hari. Intinya jangan mudik dulu. Waktu lebaran juga tidak boleh mudik, natal dan tahun baru ini juga dilarang mudik, tujuannya apa tha? Biar semua sehat dan persebaran Covid tidak semakin banyak”, tegas Wali Kota FX. Hadi Rudyatmo.


Dalam SE terbaru tersebut juga mengatur sanksi baru bagi pelanggar protokol kesehatan. Wali Kota menegaskan, bagi warga yang kedapatan melanggar protokol kesehatan atau 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) akan ditingkatkan sanksinya.


“Yang sudah berjalan kemarin membersihkan sungai 15 menit, ini kita tambahi jadi 1 hari. Tapi tetap manusiawi, kita sediakan alatnya seperti sarung tangan, cangkul, sabit dan sepatu booth serta ada makan sekali pas istirahat”, tandas Wali Kota.


Rudy menambahkan, Solo juga akan menyiapkan posko pemantau bagi para pemudik yang ada di beberapa titik Kota Solo. Langkah ini diambil untuk menjaga agar persebaran Covid – 19 bisa ditekan. 


“Target swab Solo terpenuhi yakni sebanyak 574 swab setiap minggu. Dengan demikian semakin banyak yang terpantau dan temuan kasus sehingga bisa langsung diatasi. Saya tegaskan lagi terutama untuk pusat perekonomian yang harus tetap berjalan, terapkan 3M, jangan ngenyel. Terutama pedagang pasar tradisional. Kalau masih ngeyel dan terjaring sampai 3 kali oleh Satgas akan kami cabut ijin usahanya, ini tidak hanya untuk pedagang pasar tapi untuk semua pelaku usaha, perkantoran, warung, restoran, tanpa terkecuali”, pungkas Wali Kota Rudy. 

Share:
IMG